Selasa, 13 Januari 2009

Saya adalah Pemda DKI

Hari ini saya terlambat masuk kerja. Atasan saya bertanya-tanya mengapa saya terlambat. Saya jawab "Aah.. bapak.. kayak ga tau aja Jakarta macet kayak gimana"

Lalu dia pun terdiam. Saya duduk di meja saya pura-pura mempelajari suatu dokumen, padahal saya bermain teka-teki silang. Atasan saya datang lagi, dia bilang dengan semangat "KITA HARUS BERANTAS KEMACETAN!"

hoaaahm.. kalimat itu lagi.. sampai bosan dengarnyaa..

lalu kemudian dia berceloteh mendongeng sebelum tidur di hadapan saya, mendeskripsikan semua mimpi-mimpi nya.

"iya pak, betul itu.. Kita ini kan AHLINYA, masak jakarta macet melulu", kata saya

lalu dia menanyakan kepada saya, ketetapan baru apa yang harus dilakuk
an para AHLI-AHLI ini.

saya memutar otak, waduh.. gimana ini.. kalo saya tidak bikin suatu ide, nanti saya dikira bodoh, nanti ketahuan dong kalo sebenarnya saya gak lulus SMA dan ijazah saya palsu, trus nanti... trus.. trus...

atasan saya kemudian menyuruh anak buahnya untuk mencari cara untuk menanggulangi kemacetan.

jam makan siang, saya keluar kantor, saya bertemu dengan pacar saya
di Mall dan kami berakhir dimana, kalian tidak perlu tahu.

keesokan harinya, saat berangkat kantor, lagi-lagi saya terjebak macet. saya melihat keluar jendela, ada segerombolan anak-anak SMA berambut poni kesamping mirip pak SBY, bagian bawah mata ada hitam hitam apa itu saya tidak tahu. Mereka duduk nongkrong sambil merokok dengan celana yang sempit sekali sehingga pantat
mereka tercetak jelas.

ya ampuuun.. inikah cerminan pelajar jaman sekarang?


Saya masuk kantor, atasan sudah menagih ide-ide dari kami semua.

Ada yang memberi usul untuk memperbaiki transportasi dengan menambah armada busway dan membuat kendaraan umum yang layak agar pengemudi pribadi berpindah ke transportasi umum.


aaah ribet! pasti panjang urusannya! bentar lagi pemilu, pasti keadaan labil

ada yang memberi usul untuk memperlebar jalanan yang langganan macet.

uang lagi.. uang lagi.. kau tahu kan kalo uang turun dari atas, kita kita ini gatel un
tuk nyolong, smentara KPK lagi getol.. berabe kan urusan kalo ketauan. entar siapa yang beliin baju buat pacar saya.. belum lagi buntalan lemak yang dirumah selalu minta uang belanja, uang sekolah,belum lagi, anak-anak saya yang suka menuntut minta dibelikan buku pelajaran yang semakin mahal, huh

ada yang memberi usul untuk membatasi penjualan mobil dan moto
r, ada yang usul bikin monorail, trem, subway

HOAAAAAAAHHHHH

ribet!


lalu atasan menanyakan ide saya

spontan saya bilang "supaya jalanan ga rame, anak sekolah dicepetin aja pak masuknya, jadi jam 6:30"

mereka semua terdiam mendengar jawaban saya. beberapa lama kemudian saya
mendengar suara tepuk tangan dari mereka semua.

MEREKA SUKA JAWABAN SAYA!

kemudian ketetapan itu dikumandangkan.

tak lama dari itu, telinga saya mulai geli, banyak orang berdebat tentang ketetap
an brilian itu. Eh, apa saya salah dengar.. mereka tertawa gembira atau berdebat ya?
aduh.. kayaknya saya punya masalah dengan telinga saya.. yang pasti, saya melihat di TV, mendengar di Radio, orang membahas masalah ini. Saya tidak tahu pasti karena saya tidak mendengar, budeg

saat saya pergi ke kantor dan bertemu teman-teman, mereka tidak ada yang menyinggung tentang debat di TV. Sesekali saya melihat teman-teman saya memegangi telinga mereka. Saya tanya, kenapa? Mereka jawab, sedang ada gangguan telinga.


wow! berarti sedang ada budeg massal!

Budeg kami gak sembuh-sembuh hingga datanglah tanggal 5 januari. Ide brilian saya dimulai.

setelah hari itu, budeg kami tiba-tiba sembuh seketika.

suara bising terdengar kencang. Kantor kami seperti diserbu ratusan ta
won yang mengeluarkan bunyi ga enak.

mereka bilang, walaupun udah dimajuin waktunya, tetep aja jakarta macet!

saya panik


saya menyesal dengan ide saya.



saya merasa bersalah


saya memang bodoh


makanya saya ga lulus SMA


saya merasa ga pantas dengan jabatan saya


saya bukan AHLINYA!



Maafkan saya teman-teman, dan semua pelajar di seluruh jakarta..

saya mengaku khilaf


kesalahaaan kecilll saja membuat fatal.


saya ga nyangka saya bisa sebodoh itu


Andai waktu bisa diputar kembali..


waktu itu seharusnya saya berkata...










"ANAK SEKOLAH DICEPETIN AJA PAK MASUKNYA JADI JAM 5 PAGI!"














-------------------------------------------------------------------------------------------------



ps: saya baru tau, ada anak sma biadab yang menuliskan kisah saya di blognya! awas kau... nanti saya bikin keputusan anak sekolah wajib pake sepeda!



saya adalah obama!

2 orang cerdas:

Ha!ppy mengatakan...

woah sarkastis abis

abee rektivianto mengatakan...

bagus alay, i like your style hahaha

 
template by Agni Putri Raraswulan